Tuesday, 22 August 2017

35 Alat Musik Tradisional Indonesia Terlengkap Bagian 2

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan peninggalan budaya. Sejarah panjang dari beragam suku bangsa yang hidup di nusantara melahirkan keunikan-keunikan tersendiri hasil dari karsa, karya, dan ciptanya masing-masing. Keunikan-keunikan budaya tersebut misalnya dapat kita temukan dari beragamnya alat musik tradisional yang dimiliki setiap suku bangsa sebagai bukti eratnya masyarakat Indonesia dengan seni musik. Berikut, di artikel ini kita akan membahas alat musik tradisional Indonesia tersebut secara lengkap mulai dari nama, gambar, dan asal daerah atau provinsinya.


Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat

17. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat

Alat musik Kalimantan Barat bernama Tuma. Tuma adalah sejenis gendang panjang yang terbuat dari bahan kayu berdiameter 25 cm dan panjang 1 meter sebagai rangkanya serta kulit lembu sebagai membrannya. Tuma dimainkan dengan cara ditepuk sehingga tergolong jenis alat musik membranophon. Ia dimainkan sebagai pengiring tarian tradisional bersama jenis alat musik lainnya.
Selengkapnya tentang Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat.
Alat Musik Tradisional Kalimantan Tengah

18. Alat Musik Tradisional Kalimantan Tengah

Japen adalah alat musik tradisional Kalimantan Tengah yang paling populer di antara banyak alat musik lainnya yang dikenal masyarakat Dayak di provinsi ini. Japen serupa seperti kecapi dan dimainkan dengan cara dipetik. Selain itu, nada yang dihasilkan japen juga mirip dengan nada-nada musik kecapi. Saat dimainkan, petikan dawai Japen akan menghasilkan bunyi yang akrab dengan budaya Tionghoa. Dalam ilmu seni modern, japen termasuk jenis alat musik Chordophone.

Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

19. Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Masyarakat Kalimantan Timur mengenal Sampek sebagai alat musik tradisionalnya. Sampek adalah sejenis kecapi yang hampir mirip dengan Japen khas Kalimantan Tengah. Instrumen inipun berasal dari budaya suku Dayak yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur. Sampek dimainkan secara solo (tunggal) sebagai pengiring nyanyian-nyanyian khas Dayak. Terkadang, ia juga dimainkan bersama instrumen lainnya dalam pertunjukan seni musik di upacara-upacara adat khas Dayak. Selain budaya suku Dayak, Kalimantan Timur juga tersusun atas budaya suku Kutai. Suku Kutai sendiri memiliki jenis alat musik tradisional yang tak kalah unik.
 
 
 

Alat Musik Tradisional Kalimantan Selatan

20. Alat Musik Tradisional Kalimantan Selatan

Gambus khas Melayu juga ditemukan dalam alat musik tradisional Kalimantan Selatan. Akan tetapi, gambus suku Banjar diberi nama Panting. Panting adalah alat musik tradisional Kalimantan Selatan yang dimainkan dengan cara dipetik. Ia menghasilkan nada-nada melodi yang indah dan menggema seperti suara gambus padang pasir. di antara instrumen tradisional lainnya, panting menjadi yang paling sering dimainkan masyarakat Banjar hingga saat ini. Dalam ilmu seni modern, Panting termasuk jenis alat musik Chordophone.

Alat Musik Tradisional Kalimantan Utara

21. Alat Musik Tradisional Kalimantan Utara

Kalimantan Utara memiliki alat musik tradisional bernama Sluding. Instrumen ini terbuat dari delapan bilah kayu dengan ukuran berbeda yang diuntai menyerupai bentuk gambang dengan seutas rotan. Kedelapan bilah kayu pada alat musik yang oleh orang Dayak Modang disebut Klentangan ini disusun pada sebuah rangka kayu dengan hiasan kepala burung Enggang di bagian atasnya.ia dimainkan dengan cara dipukul sehingga termasuk jenis alat musik ideophone.


Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara
pisang yang cukup banyak tumbuh di Sulawesi Utara.
Arbabu menghasilkan nada-nada melodis saat digesek. Karena hanya memiliki dawai, yang murni mengatur permainan nada adalah jari yang menekan chord-chord tertentu.

Alat Musik Tradisional Sulawesi Tengah

23. Alat Musik Tradisional Sulawesi Tengah

Masyarakat Sulawesi Tengah mengenal alat musik tradisional bernama Ganda dalam budayanya. Ganda adalah gendang kecil seperti marwas yang terbuat dari kayu dan kulit sapi sebagai membrannya. Ganda dimainkan dengan cara ditepuk menggunakan tangan dan menghasilkan nada-nada ritmis. Permainan ganda umumnya dilakukan bersama iringan alat musik lainnya.

Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan

24. Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan

Alat musik tradisional Sulawesi Selatan adalah sebuah alat musik petik yang memiliki bentuk unik. Alat musik ini dibuat dari kayu berbentuk busur yang bertumpu pada tempurung kelapa utuh. Pada bagian busur, terdapat senar panjang yang akan menghasilkan suara bila dipetik. Masyarakat Bugis menamai alat musik ini dengan sebutan Tolindo,  sementara masyarakat Makassar menamai alat musik ini dengan sebutan Popundi.
 
 
 

Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat

25. Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat

Kecapi Mandar adalah sebuah alat musik petik yang berasal dari budaya suku Mandar di Sulawesi Barat. Alat musik ini terbilang unik dan berbeda dengan jenis kecapi yang berasal dari budaya Tionghoa. Ia dimainkan dengan cara direngkuh oleh pemainnya seperti dalam permainan gitar. Jumlah senar dalam kecapi ini terbilang cukup banyak, yakni sekitar 20 buah. Oleh karenanya sangat jarang orang Mandar yang bisa memainkan instrumen ini. Biasanya mereka yang lanjut usialah yang bisa, itu pun dalam jumlah yang terbatas.
Dalam bahasa Mandar sendiri, alat musik Tradisional Sulawesi Barat ini disebut dengan nama Kacaping Tobaine.

Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara

26. Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara

Alat musik tradisional Sulawesi Tenggara adalah Baasi. Instrumen ini adalah seperangkat potongan batang bambu berjumlah 10 buah yang dimainkan dengan cara dipukul-pukul menggunakan rotan. Kesepuluh buah bambu Baasi memiliki panjang yang berbeda-beda dengan setiap lubang di bagian pakalnya, sehingga ia akan menghasilkan bunyi nada yang berbeda-beda pula. Umumnya Baasi dimainkan untuk mengiringi tarian atau nyanyian lagu-lagu daerah itu.

Alat Musik Tradisional Gorontalo

27. Alat Musik Tradisional Gorontalo

Alat musik tradisional Gorontalo adalah alat musik Polopalo. Instrumen ini merupakan alat musik idiofon yang artinya adalah alat musik yang sumber bunyinya diperoleh dari badannya sendiri. Polopalo terbuat dari sebulah bambu kecil yang dibentuk sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan menghasilkan suara yang lantang saat dimainkan.
Polopalo dimainkan dengan cara dipukulkan pada lutut atau bagian tubuh lain para pemainnya. Umumnya, instrumen ini dimainkan bersama-sama dalam pertunjukan tari tradisional khas Gorontalo.
Untuk menghasilkan ritme yang unik, pada perkembangannya Polopalo dimodifikasi sehingga terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan ukurannya. Ada 3 jenis Polopalo, yaitu yang berukuran besar, sedang, dan kecil. Semakin kecil ukuran Polopalo, semakin tinggi nada yang dihasilkannya.

Alat Musik Tradisional Bali

28. Alat Musik Tradisional Bali

Salah satu alat musik tradisional Bali adalah Gamelan Bali. Gamelan adalah seperangkat alat musik tradisional yang biasanya dimainkan bersama-sama dalam suatu upacara keagamaan, pertunjukan tari, pertunjukan wayang, maupun pertunjukan khusus seni suara.
Seperangkat alat musik yang tergabung dalam gamelan antara lain kendang, gong, kempul, serta gambang. Kecuali kendang, pembuatan instrumen-instrumen tersebut berasal dari tempaan logam sehingga ketika dimainkan dapat menghasilkan bunyi-bunyi yang nyaring. Yang membedakan gamelan Bali dengan gamelan Jawa terletak pada beberapa ornamen pahatan yang menyatu pada setiap instrumennya.

Alat Musik Tradisional NTB

29. Alat Musik Tradisional NTB

Alat musik tradisional Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah Pareret. Instrumen ini sejenis serunai atau terompet yang menghasilkan nada-nada melodis saat ditiup. Jumlah lubang nadanya bervariasi, hanya saja biasanya berjumlah 7 buah. Pareret dikenal dalam budaya Lombok Barat dalam kultur Hindu yang berasal dari budaya Bali. Kendati demikian, di Bali sendiri kini sudah jarang lagi ditemukan instrumen ini.
Pareret menjadi alat musik tradisional NTB yang sering dimainkan dalam upacara keagamaan Hindu. Dalam memainkannya terdapat kepercayaan spiritualis yang menentukan boleh tidaknya serunai khas NTB ini dimainkan.

Baca Juga:

Alat Musik Tradisional Maluku ( Artikel Lengkap )



Alat Musik Tradisional NTT

30. Alat Musik Tradisional NTT

Alat musik tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah Sasando atau yang biasa kita kenal dengan nama panjang Sasando Rote. Sesuai namanya, alat musik tradisional NTT ini berasal dari pulau Rote. Sasando terbilang jenis alat musik yang sangat unik. Karena keunikannya, ia bahkan sempat menjadi gambar utama dalam latar mata uang pecahan Rp. 5000.
Sasando terdiri 2 bagian utama, yaitu bagian yang terbuat dari bambu dan bagian yang terbuat dari daun lontar. Bagian yang terbuat dari bambu adalah tempat melekatnya dawai-dawai sasando yang banyaknya 28 dawai (sasando Engkel),  56 dawai (sasando Dobel), atau 84 dawai. Dawai-dawai tersebu dipasang melingkar bambu dengan panjang yang beragam.
Untuk menguatkan suara yang dihasilkan dari petikan dawai, lengkungan dari daun lontar yang rapat dipasang di bagian belakangnya dan diikat supaya menyatu dengan bagian bambu. Adanya lengkungan daun lontar inilah yang membuat sasando begitu unik.
Meski terbilang sangat etnik dan memiliki nilai artistik yang tinggi, saat ini sudah mulai jarang orang yang menguasai dan dapat memainkan sasando. Oleh karenanya, jika kebetulan Anda adalah orang NTT maka selayaknya Anda dapat mulai belajar memainkan instrumen ini dan memperkenalkannya pada orang-orang di sekitar Anda.

Alat Musik Tradisional Maluku

31. Alat Musik Tradisional Maluku

Masyarakat Maluku memiliki alat musik tradisional yang bernama Jukulele. Instrumen ini adalah alat musik yang terbuat dari bahan-bahan alam yaitu kayu, kulit binatang, dan batok kelapa. Bentuknya seperti rebab tapi ia dimainkan dengan cara dipetik seperti gitar. Dengan 4 buah dawai yang membentang di alat musik ini, dihasilkan nada-nada melodis sekaligus ritmis dengan aturan chord-chord tertentu. Jukulele diperkirakan mulai digunakan masyarakat Maluku dalam kebudayaannya sejak awal abad 15 setelah bangsa Portugis memperkenal desain alat musik yang sama. Jukulele hingga kini sering digunakan sebagai pengiring musik-musik khas Maluku, seperti musik Hawaian dan Keroncong.

Alat Musik Tradisional Maluku Utara

32. Alat Musik Tradisional Maluku Utara

Maluku Utara adalah provinsi pecahan Maluku. Budaya masyarakat kedua provinsi ini tidak memiliki banyak perbedaan signifikan. Dalam hal seni bermusik, alat musik khas Maluku seperti Jukulele, Rumba, dan Tifa juga dikenal dalam budaya Maluku Utara. Akan tetapi, sebagai identitas budayanya, Pemda Maluku Utara mengangkat Cikir sebagai alat musik daerahnya. Cikir adalah instrumen yang terbuat dari batok kelapa yang diisi pasir dan kerikil serta dilengkapi tangkai kayu yang berfungsi sebagai pegangan. Cikir dimainkan dengan cara dikocok sehingga masuk dalam jenis alat musik ideophon.
Selengkapnya tentang Alat Musik Tradisional Maluku Utara.
Alat Musik Tradisional Papua

33. Alat Musik Tradisional Papua

Alat musik tradisional khas Papua adalah sebuah gendang panjang yang bernama Tifa. Gendang ini umumnya dimainkan mengiringi tarian-tarian adat. Gendang Tifa terasa sangat unik dengan adanya beragam pahatan atau ornamen etnik khas suku-suku Papua di bagian kayunya. Sementara untuk bagian membrannya, digunakan kulit rusa atau kulit babi yang telah dikeringkan.

Alat Musik Tradisional Papua Barat

34. Alat Musik Tradisional Papua Barat

Papua Barat identik dengan ekosistem pantai yang landai. Sesuai dengan lingkungannya ini, masyarakat Papua Barat mengenal jenis alat musik tradisional yang dibuat dari bahan-bahan alam yang terdapat di sekitar pantai. Salah satunya adalah alat musik tiup dari kerang yang bernama Fu. Alat musik ini dulunya digunakan sebagai sarana komunikasi antar masyarakat kampung. Semakin keras ditiup, Fu akan menghasilkan bunyi yang semakin lantang dan keras.
 

Alat Musik Tradisional Kep. Cendrawasih

35. Alat Musik Tradisional Kep. Cendrawasih

Provinsi Kep. Cendrawasih memang provinsi yang terbentuk paling baru di Indonesia. Provinsi ini tepat menjadi provinsi ke 35 yang menggenapi provinsi-provinsi yang sudah ada sebelumnya. Terkait dengan budaya dan kesenian, masyarakat Provinsi Kep. Cendrawasih sendiri memiliki alat musik tradisional yang bernama Triton. Triton sebetulnya adalah alat musik yang sama dengan Fu, yakni terbuat dari bahan kulit kerang-kerangan. Keduanya hanya berbeda dari sisi nama dan penyebutannya.
 
 


Search Populer:
  • alat musik tradisional 34 Provinsi beserta penjelasannya dan gambarnya
  • 50 Nama Alat Musik Tradisional Indonesia
  • Beberapa alat musik tradisional indonesia
  • alat musik daerah dan asalnya beserta gambarnya
  • alat musik tradisional 34 provinsi dan cara memainkannya
  • kumpulan alat musik tradisional dan keterangannya
  • nama alat musik tradisional
  • alat musik modern
  • alat musik dermenan berasal dari daerah
  • gambar alat musik modern
  • alat musik tradisional beserta penjelasannya dan gambarnya
  • alat musik tradisional melayu
  • alat musik daerah dan asalnya beserta gambarnya
  • alat musik modern Lengkap
  • alat musik tradisional 34 provinsi Paling Lengkap
  • alat musik dermenan berasal dari daerah
  • gambar alat musik modern
  • alat musik tradisional jawa Lengkap
  • alat musik tradisional Sumatra Lengkap
  • alat musik tradisional sulawesi tengah
  • alat musik tradisional provinsi jawa tengah
  • musik tradisional sumatera utara
  • lagu tradisional sumatera barat
  • alat musik tradisional riau
  • sejarah alat musik ladolado
  • alat musik Nusa Tenggara Timur
  • alat musik dari sumatera selatan
  • alat musik tradisional papua barat
  • alat musik tradisional maluku utara
  • alat musik rindik
  • alat musik gamelan bali dan penjelasannya
  • alat musik tradisional ntb
  • musik tradisional bali mp3
  • alat musik ceng ceng
  • lagu tradisional bali
  • senjata suku bali
  • upacara adat suku bali

Artikel Terkait