Thursday, 24 August 2017

5 Alat Musik Tradisional Dari Riau Lengkap


Riau  merupakan salah satu provinsi yang ada di Sumatera. Selain menyimpan kekayaan alam dan keindahan panorama alamnya, provinsi yang memiliki banyak objek wisata ini juga menyimpan kebudayaan yang beraneka ragam, tidak terkecuali alat musik tradisional.Alat musik tradisional kepulauan Riau – Riau merupakan sebuah provinsi yang tenar akan Istana Siak-nya, tak hanya itu Riau juga diketahui sebagai Provinsi terkaya di Indonesia yang sumber kekuatannya didominasi oleh sumber alam seperti minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat

1. Alat musik Tradisional dari Riau - GAMBUS


Sekilas mungkin anda berpendapat bahwa Gambus adalah nama lain dari Gendang yang ada di Riau, kenyataannya Gambus adalah semacam alat musik tradisional kepulauan Riau yang dimainkan dengan metode dipetik. Dulunya, Gambus digunakan hanya untuk acara yang berkaitan dengan hal spiritual.
Kini Gambus beralih fungsi menjadi pengiring Zapin di sebuah acara sebab seiring berjalannya waktu, peran dari alat musik ini beralih fungsi karena mengimbangi dengan perkembangan zaman. Gambus Melayu Riau dimainkan individu sebagai hiburan bagi nelayan di atas perahu yang sedang mencari ikan
Alat  musik petik dari Riau ini dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu melayu atau timur tengah. Sebuah grup musik dengan alat musik gambus sebagai alat musik utama sering dinamakan sebagai orkes gambus.Cara memakai alat musik gambus yaitu dengan dipetik dan sama cara memakainya dengan alat musik gitar.

Orkes gambus mengiringi tari Zapin yang seluruhnya dibawakan pria untuk tari pergaulan. Lagu yang dibawakan berirama Timur Tengah. Sedangkan tema liriknya adalah keagamaan.

2. Alat musik Tradisional dari Riau - Kopang


Kompang yaitu jenis alat musik tradisional kepulauan Riau yang cukup tenar di kalangan orang Melayu, Kompang termasuk kedalam klasifikasi alat musik yang dimainkan dengan sistem dipukul. Lazimnya, Kompang memakai bahan yang berasal dari kulit hewan ternak.
Pembuatan kompang lebih mirip dengan alat musik Marawis atau gendang kulit lainnya yang memakai kulit hewan seperti kerbau, sapi, dan lainnya. Kompang dulunya memakai kulit kambing (betina) pada bagian yang dipukul, tapi kini memakai Sapi yang diyakini lebih elastis.

Pembuatan dan Wujud Kompang

Seringnya, Kompang berukuran 16 inci dan ditutup dengan kulit pada salah satu komponen permukaan. Disisi lainnya terdapat lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya bunyi dan pegangan pemain Kompang. Kulit yang dipasang biasanya dipaku di komponen samping-sampingnya supaya tak terlepas saat dipukul dengan kuat.
Untuk menghasilkan bunyi yang nyaring, ada tekniknya, anda harus menggunakan kulit tertentu saja lalu dipasangkan menjadi amat kencang dan jangan lupa juga kunci dengan paku agar tidak mudah terlepas (yang dapat membahayakan saat dimainkan).
Untuk memainkan Kompang juga ada teknik khusus yang dapat anda pelajari, ada teknik memukul dengan ibu jari, 1 jari telunjuk saja dan lalu menepaknya dengan telapak tangan. Masing-masing teknik yang digunakan dapat mengeluarkan bunyi yang berbeda, disitulah ke-unikan dari alat musik tradisional kepulauan Riau ini

3. Alat musik Tradisional dari Riau - NAFIRI

nafiri alat musik tiup dari riau
Nafiri adalah alat musik tiup yang berasal dari Provinsi Riau. Alat musik tiup yang mirip dengan terompet ini  memiliki fungsi sebagai berikut :
  • Pengiring tarian tradisional, tari Inai, tari Jinugroho dan tari Olang.
  • Sebagai alat musik yang utama di dalam musik robat yang merupakan musik yang dimainkan di lingkungan masyarakat.
  • Sebagai melodi yang digunakan untuk menentukan gerakan-gerakan silat.
  • Untuk penobatan raja-raja ketika Riau masih berbentuk kerajaan-kerajaan serta bangsawan.
  • Tanda terhadap terjadinya peperangan, bencana, dan kematian.
  • Alat yang digunakan sebagai penanda spiritual untuk memanggil dewa, roh, atau arwah nenek moyang.

Selain diperguankan sebagai alat musik tradisional, nafiri juga dipergunakan sebagai alat komunikasi masyarakat melayu, terutama untuk memberitahukan tentang adanya bencana, dan berita tentang kematian. Pada jaman kerajaan dahulu, bahkan nafiri mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu dipakai pada acara penobatan raja.
 
Terbuat dari kayu yang berukuran 25 sampai 45 centimeter. Antara batang dengan dan tempat tiupnya diberi batas yang terbuat dari tempurung kelapa. Nafiri menggunakan semacam lidah yang terbelah dua terbuat dari daun kelapa yang muda atau ruas bambu yang sudah kering. Lidah tersebutlah yang disebut dengan vibrator yang akan mengeluarkan suara atau bunyi-bunyian. Lubang jari ada tiga buah yang besarnya kira-kira sebesar biji jagung untuk mengatur tinggi rendahnya nada. Pada bagian pangkalnya diberi sambungan berbentuk seperti bujur telur yang terpotong dan berongga untuk membuat volume yang dikeluarkan lebih besar. Musik yang dikeluarkan terdengar seperti meronta-ronta daripada melodi yang jelas untuk didengar.

Menggunakan Nafiri

Selain sebagai hiburan, Nafiri juga dimanfaatkan dalam berbagai macam hal seperti pengiring tari tradisional (tari Inai, Jinugroho, Olang dan lainnya), sebagai musik utama pada musik robat yang dimainkan di lingkunan masyarakat, sebagai pengiring ketika gerakan-gerakan silat dipertunjukkan, penobatan raja pada zaman dulu, pertanda sebuah kejadian penting (perang, bencana, dan lainnya).
Dulunya Nafiri juga diandalkan sebagai alat spiritual yang mampu memanggil roh / leluhur nenek moyang.
 

4 Alat musik Tradisional dari  Riau - MARWAS DAN GENDANG


Gendang dan Marwas adalah instrumen musik dari Riau yang salah satu fungsi utamanya mengatur irama. Instrument ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu.

Ada berbagai jenis Gendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut gendang ciblon/kebar. Pasangan ketipung ada satu lagi bernama gendang gedhe biasa disebut gendang kalih. Kendang kalih dimainkan pada lagu atau gendhing yang berkarakter halus seperti ketawang, gendhing kethuk kalih, dan ladrang irama dadi. Bisa juga dimainkan cepat pada pembukaan lagu jenis lancaran, ladrang irama tanggung.

Sedangkan marwas sendiri merupakan alat musik tradisional yang lebih kecil dari gendang. Terbuat dari kulit kembing, kayu cempedak atau kayu nangka dan rotan sebagai pengikat. Marwas merupakan salah satu alat musik tradisional untuk mengiringi tarian Zapin.


5. Akordeon

Akordeon yang berasal dari Melayu Riau hampir sama dengan Akordeon yang ditemukan C.F.L BuschmanndariJerman. Akordeon termasuk alat musik yang cukup susah dimainkan meski terlihatnya gampang (cuma menggerakkan tangan). Akordeon menghasilkan tangga nada diatonik yang benar-benar sesuai dengan lirik lagu yang berupa pantun.
alat musik akordeon

Cara memainkan Akordeon

Pemain akordeon mengendalikan alat musik dengan kedua tangannya, lalu memainkan tombol-tombol akor dengan jari-jari tangan kiri, sementara itu jari-jari tangan kanan memainkan ritme lagu yang sedang dibawakan. Biasanya pemain yang sudah terlatih benar-benar gampang berganti-ganti tangan.
Sewaktu dimainkan, akordeon ditarik dan didorong untuk mengendalikan pergerakan udara yang ada di dalam alat musik tersebut, pergerakan udara yang keluar (ke komponen lidah akordeon) akan menghasilkan suara. Suara tersebut bisa dikontrol dengan memakai jari-jari pemain

Search Populer:
  • 50 Nama Alat Musik Tradisional Indonesia Beserta Daerah Asalnya
  • 10 alat musik daerah riau
  • jenis alat musik melayu
  • alat musik tradisional kepulauan riau
  • jelaskan musik tradisional kepulauan riau
  • nama musik tradisional melayu riau
  • keso adalah alat musik tradisional daerah
  • alat musik tradisional jambi
  • gambar alat musik kompang

Artikel Terkait