Thursday, 24 August 2017

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat Terlengkap



Alat Musik Tradisional Sumatera Barat – Sumatera Barat, Salah satu provinsi yang terletak di pulau Sumatera dengan ibu kotanya Padang. Wilayah provinsi ini menempati sepanjang pesisir bagian barat Sumatera, dengan luas wilayah 42.297,30 km². Mayoritas penduduk Sumatera Barat merupakan suku Minangkabau.
Di daerah Pasaman selain Minang, juga terdapat suku Batak dan Mandailing. Sebagian diantara mereka memang keturunan asli namun ada juga yang memang pendatang. Selain kental dengan aturan daerah yang memang masih kuat dengan kesan mistisnya, Sumatera Barat menyimpan kekayaan kesenian yang cukup banyak.
Adapun alat musik tradisional Sumatera Barat yang kita kenal saat ini antara lain adalah :

1. Alat Musik Tradisional Sumatera Barat - "Saluang"

Saluang adalah alat musik tradisional dari Sumatera Barat yang terbuat dari Bambu Talang.Saluang memiliki diameter sekitar 3-4 cm, panjangnya 40 - 60 cm dan hanya memiliki 4 lubang. Alat musik tradisional Saluang ini dimainkan dengan cara ditiup.
Keunikan dari saluang ini adalah bahwa peniup saluang akan dapat memainkan Saluang tanpa henti dari awal sampai akhir lagu. Hal ini dimungkinkan karena peniup saluang memiliki teknik Mampasalisiahan Hangok (Menyisihkan napas) yaitu teknik pernapasan dalam meniup saluang.
Di Ranah Minang, saluang biasanya tidak hanya terdengar sendiri. Alat musik yang terbuat dari seruas buluh ini, menjadi pengiring dendang pantun. Pantun yang dilantunkan, biasanya berisi sindiran, ratapan, nasehat, ataupun gurauan. Biasanya Kalau Saluang di tiup Tanpa di iringi nyanyian di tujukan untuk Pengobatan dan kebathinan. Dalam Video diatas diperlihatkan antara Pedendang dan Tukang Saluang dengan Pendengar/ Penonton tidak ada batas pemisah melainkan kebersamaan dalam menikmati alunan Saluang dan olah suara. Ini melambangkan kebersamaan demokrasi di Ranah Alam Minangkabau dalam filsafat " Duduak Surang basampik sampik, duduak basamo balapang lapang".
Pemain saluang legendaris bernama Idris Sutan Sati dengan penyanyinya Syamsimar.
Alat musik Saluang

2. Alat Musik Tradisional Sumatera Barat - "Talempong"

Talempong adalah alat musik pukul tradisional khas minangkabau. Alat musik tradisional yang berkembang di masyarakat Sumatera Barat ini terbuat dari kuningan, namun sebagian ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Alat musik tradisional talempong ini sama bentuknya sama dengan alat musik bonang dalam seni gamelan di Pulau Jawa.

Talempong berbentuk lingkaran dengan diameter 15 sampai 17,5 sentimeter, pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul. Talempong memiliki nada yang berbeda-beda. Bunyinya dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.

Talempong biasanya dimainkan untuk mengiringi tarian pertunjukan atau penyambutan, seperti Tari Piring yang khas, Tari Pasambahan, dan Tari Galombang.

Talempong - rujukan id.wikipedia.org

3. Alat Musik Tradisional Sumatera Barat - "Pupuik Batang Padi"

Pupuik batang padi  merupakan alat musik tradisional yang berkembang di daerah Agam Sumatera Barat. Alat musik tradisional Pupuik batang padi ini memang terbuat dari ruas batang padi yang sudah tua dan berbuku. Proses pembuatan pupuik (puput) batang padi terhitung sederhana. Batang padi yang sudah tua dipecah secara hati-hati di dekat pangkal bukunya. Pecahan batang itu akan membentuk semacam pita suara yang menjadi sumber bunyi. Jika ditiup, pita suara itu akan mengeluarkan bunyi yang melengking.

Walaupun pupuik batang padi ini hanya terbuat dari batang padi, akan tetapi alat ini menjadi bagian dari hiburan rakyat yang menyemarakkan kehidupan masyarakat Sumatera Barat. Alat musik tradisional Sumatera Barat ini kemudian dapat disambung dengan lilitan daun kelapa sehingga suara yang dihasilkan semakin melengking dan dapat didengar hingga jarak 2 kilometer.

sumber rujukan indonesiakaya.com

4. Alat Musik Tradisional Sumatera Barat - "Serunai"

Serunai adalah alat musik tradisional  yang terbuat dari batang padi, kayu atau bambu, tanduk kerbau atau daun kelapa yang dimainkan dengan cara ditiup. Serunai berasal dari kata Shenai yang merupakan alat musik yang berasal dari Lembah Kasmir di datara India Utara. Dan se
Alat musik Serunai banyak ditemukan secara merata di Provinsi Sumatera Barat, terutama di bagian dataran tinggi seperti di daerah Agam, Tanah Datar dan Lima Puluh Kota, dan juga di sepanjang pesisir pantai Sumatera Barat.
Serunai memiliki panjang sekitar 20 cm,memiliki 4 lubang berjarak 2,5 cm. Fungsi dari lubang tersebut adalah untuk mengatur irama. Sementara, nada alat musik ini sama dengan alat musik modern lainnya, yaitu nada pentatonis atau do-re-mi-fa-sol. Nada ini memang lazim pada alat musik tradisional Minang. 


Baca Juga:

6 Alat Musik Tradisional dari Sumatera Selatan Terlengkap



5. Alat Musik Tradisional Sumatera Barat - "Tambua & Tansa"


Tambua merupakan alat musik dari Sumatera Barat yang terbuat dari kayu yang dilubangi tengahnya, biasanya berukuran panjang 60-70 Cm dan diameter lingkaran 40-50 Cm serta memiliki ketebalan lingkarannya 1-1,5 Cm. Pada kedua sisi nya diberi kulit binatang (biasanya kulit kambing) yang telah dikeringkan dan dikencangkan sedemikian rupa mengunakan tali yang ikatan nya pun dibuat menarik.
Alat kesenian ini dipakai untuk melambangkan suka-cita dan biasa dipakai pada acara pesta pernikahan, penyambutan tamu-tamu istimewa atau dalam rangka acara Batagak Gala Adat atau Batagak Gadang.
Tambua dipukul secara serentak dengan irama dan gerakan yang teratur yang dikomandoi oleh sebuah alat kesenian bernama "Tansa". Berdasarkan irama Tansa ini lah alat kesenian Tambua ini ditabuh. Tansa berupa bejana berbentuk kuali dengan diameter 14 inch. terbuat bahan alumunium yang permukaannya ditutup kulit tipis, pada awal perkembangan tambua tansa dipakai kulit kijang, namun sesuai dengan perkembangan zaman, kulit kijang sudah mulai tidak pakai lagi, saat ini tansa memakai mika plastic / drum head.
Tambua dan Tansa dimainkan oleh minimal 4 pemain. permainan tambua tansa juga di iringi ole alat musik lain seperti Talempong, pupuik tanduak / sarunai dan juga pupuik batang padi. Dengan alat ini maka bunyi Tambua Tansa  akan semakin ramai.

6. Bansi

 alat musik tradisional bansi

Bansi merupakan salah satu musik instrumen yang terkenal di Sumatera Barat, Bansi juga merupakan jenis alat musik tradisional Sumatera Barat yang mudah dimainkan karena cara memainkannya seperti seruling dan jarak antar lubangnya tidak terlalu jauh, sehingga memudahkan untuk anda yang memiliki jari pendek.
Bansi memiliki tangga nada dasar yang baik, sehingga mampu untuk mengiringi baik musik tradisional maupun musik modern, Tari pasambahan merupakan salah satu contoh kesenian yang diiringi dengan alat musik Bansi. Bansi memiliki 7 buah lubang dan ukurannya lebih pendek dari saluang

7. Gendang Tabuik

alat musik tradisional gendang tabuik

Menurut sejarahnya, Tabuik berasal dari “orang India” yang ikut pasukan Islam Thamil di Bengkulu pada abad ke-18, setelah perjanjian London pada abad yang sama Bengkulu dikuasai Belanda dan akhirnya banyak masyarakat yang menyebar hingga ke Pariaman.
Dalam kebudayaan Minangkabau, cukup banyak acara adat yang ada kaitannya dengan tradisi Islam salah satunya Oyak Tabuik di Pariaman, perayaan yang dilaksanakan untuk memperingati hari meninggalnya cucu Nabi Muhammad S.A.W pada perang Karbela
Gendang ini merupakan alat musik yang tidak bernada karena sifatnya yang digunakan sebagai alat musik perkusi, sampai sekarang anda masih bisa melihat bentuk fisik Gendang Tabuik ini di daerah Maninjau atau daerah pariaman. Biasanya alat musik ini digunakan untuk upacara ritual di daerah tersebut.

8. Pupuik tanduak

alat musik tradisional papuik tanduak


Menurut informasi yang saya dapat, masyarakat Minangkabau memiliki keyakinan bahwa setiap bagian dari tubuh kerbau memiliki fungsi selain dagingnya saja. Kulit yang selesai disamak juga dapat diolah menjadi berbagai barang keperluan harian, selain itu tanduk kerbau juga memiliki kegunaan tersendiri bagi masyarakat daerah sana, khususnya daerah pedesaan.
Salah satu manfaat dari tanduknya adalah dapat dibuat menjadi sebuah alat musik tradisional yang bernama Pupuik tanduak. Alat muisik ini terbuat dari tanduk kerbau yang ujungnya dipotong datar untuk meniup. Bentuk alat musiknya mengiklat dan hitam bersih.
Pupuik tanduak jarang digunakan untuk mengiringi sebuah lagu ataupun sebagai pengiring insturmen musik, melainkan digunakan sebagai peluit sehingga hanya 1 nada yang dihasilkan. Dulunya Pupuik tanduak digunakan sebagai aba-aba, atau pertanda shalat atau pemanggil warga untuk sebuah pengumuman.
Masyarakat yang bekerja sebagai nelayan-pun juga memanfaatkan Pupuik tanduak sebagai komando kepada awak kapal, atau pertanda adanya air pasang atau bahkan ada gejala alam yang sedang mendekat.

Search Populer:
  • musik tradisional sumatera utara
  • macam macam alat musik minangkabau
  • alat musik tradisional sumatera barat beserta gambarnya
  • judul lagu sumatera barat
  • alat musik bansi
  • alat musik tradisional riau
  • apa tarian tradisional suku minang
  • jelaskan perbedaan antara laras pelog dengan laras slendro pada musik gamelan

Artikel Terkait