Thursday, 24 August 2017

Mengenal sejarah Tari Merak dari Pasundan Lengkap

Tari Merak adalah salah satu tari tradisional Indonesia yang berasal dari tanah Pasundan (Provinsi Jawa Barat). Tari merak dari Jawa Barat ini diciptakan oleh seorang tokoh seni Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950. Namun dalam perjalanan waktu dan sejarah Tari Merak ini mengalami beberapa kali revisi diantaranya Tari Merak yang telah dibuat ulang oleh Irawati Durban pada tahun 1965.

Tari merak diciptakan terinspirasi dari gerak dan keindahan warna burung merak. Akan tetapi jangan salah, bahwa keindahan gerak yang disimbolkan dalam tarian ini adalah merupakan gerakan merak jantan. Merak jantan akan menunjukan keindahan bulu dan ekornya untuk menarik perhatian burung merak betina sehingga mau menjadi pasangannya. Gerakan merak jantan inilah yang menjadi gerakan tari merak dari Jawa Barat.
Ciri khas tari Merak ini adalah pada pakaian tari yang dikenakan oleh para penari. Pada umumnya menggunakan selendang yang diikatkan pada bagian pinggan, apabila selendang tersebut dibentangkan maka akan terlihat keindahan warna dan corak ekor burung merak.

Tari merak ini biasanya dimainkan secara rampak (bersama-sama) sekitar 3 penari atau lebih yang masing-masing memiliki peran sebagai merak jantan dan merak betina.
Tari merak ini biasanya dimainkan pada upacara adat mapag panganten (menyambut mempelai pria) yang merupakan satu kesatuan tradisi perkawinan tradisional di Jawa Barat. Selain itu, tari merak juga sering ditampilkan untuk menyambut tamu. Tari merak ini sudah sangat terkenal baik di ranah nasional maupun internasional. Jadi, kita sebagai generasi muda Indonesia wajib tahu asal usul dan sejarah tari merak ini. Hingga warisan Bangsa yang demikian indah bisa lestari dan takkan lekang dan tergerus oleh modernisasi.

Baca Juga:

Sejarah Lengkap Tari Saman dari Aceh


Sejarah Tari Merak
Pada tahun 1950an seorang kareografer bernama Raden Tjetjep Somantri menciptakan gerakan Tari Merak. Beliau mengimplentasikan kehidupan burung Merak dalam gerakan tari tersebut. Utamanya tingkah merak jantan yang mengembangkan bulu ekornya ketika ingin memikat merak betina. Gerakan merak jantan tersebut tergambar jelas dalam Tari Merak.
Seiring perkembangan jaman, Tari Merak Jawa Barat telah mengalami perubahan dari gerakan asli yang diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri. Adalah Dra. Irawati Durban Arjon yang berjasa menambahkan beberapa koreografi ke dalam Tari Merak versi asli. Sejarah Tari Merak tidak hanya sampai disitu karena pada tahun 1985 gerakan Tari Merak kembali direvisi.



Kostum
Pakaian yang dipakai penarinya memiliki motif seperti bulu merak. Kain dan bajunya menggambarkan bentuk dan warna bulu-bulu merak seperti warna hijau, biru dan hitam. Ditambah dengan sepasang sayapnya yang melukiskan sayap atau ekor merak yang sedang dikembangkan. Para penari juga menggunakan mahkota yang makin menambah motif burung merak.

Pementasan
Dalam pementasannya tari Merak ditarikan secara berbarengan, biasanya tiga penari atau bisa juga lebih. Setiap penari memiliki fungsi sebagai wanita dan laki-lakinya dan diiringi lagu gendingnya yaitu lagu Macan Ucul. Dalam adegan gerakan tertentu terkadang waditra bonang dipukul di bagian kayunya yang sangat keras sampai terdengar kencang, itu merupakan bagian gerakan sepasang merak yang sedang bermesraan. Gerakan merak yang anggun dan mempesona tergambar dari gerakan Tari Merak yang penuh keceriaan dan keanggunan.
Tari ini sering juga digunakan untuk menyambut pengantin pria atau sebagai hiburan untuk tamu dalam acara pernikahan. Selain itu karena kepopuleran Tari Merak, tari ini juga banyak ditampilkan dalam acara nasional dan internasional.
Banyak tarian yang diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri, namun tari Merak ini merupakan tari yang terkenal di Indonesia dan luar negeri.



Search Populer:
  • gerakan tari merak
  • deskripsi tari merak
  • perlengkapan tari merak
  • sejarah tari merak
  • tata rias tari merak
  • musik pengiring tari merak
  • fungsi tari merak
  • latar belakang tari merak

Artikel Terkait