Saturday, 26 August 2017

Talempong Alat Musik Tradisional Asal Minangkabau Sumatra Barat

Talempong adalah sebuah alat musik pukul tradisional khas suku Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan. Talempong dapat terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Saat ini talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan.

Talempong berbentuk lingkaran dengan diameter 15 sampai 17,5 sentimeter, pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul. Talempong memiliki nada yang berbeda-beda. Bunyinya dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.

Talempong biasanya digunakan untuk mengiringi tarian pertunjukan atau penyambutan, seperti Tari Piring yang khas, Tari Pasambahan, dan Tari Gelombang. Talempong juga digunakan untuk melantunkan musik menyambut tamu istimewa. Talempong ini memainkanya butuh kejelian dimulai dengan tangga nada do dan diakhiri dengan si.[butuh rujukan] Talempong biasanya dibawakan dengan iringan akordeon, instrumen musik sejenis organ yang didorong dan ditarik dengan kedua tangan pemainnya. Selain akordeon, instrumen seperti saluang, gandang, serunai dan instrumen tradisional Minang lainnya juga umum dimainkan bersama Talempong.

Baca Juga:

Adat Istiadat Suku Sunda: Kebudayaan, Sejarah, Bahasa



Di Negeri Sembilan, Malaysia, Talempong dikenali dengan nama Caklempong. Negeri Sembilan telah didatangi oleh suku Minangkabau yang bermigrasi dari Sumatera Barat pada abad ke 15 Masehi dan satu-satunya negara bagian di Malaysia yang mengamalkan sistem Lareh Bodi Caniago.

Terdapat dua genre musik permainan talempong yaitu Talempong duduak dan talempong pacik yang tumbuh dan berkembang hingga kini. Pengistilahan ini bertujuan untuk memberdakan kedua genre alat musik tersebut. Meskipun pada kenyataannya kedua alat musik ini sering juga disebut dengan istilah talempong atau calempong saja oleh masyarakat pendukungnya. Dalam permainannya disebut batalempong atau bacalempong.

Bentuk

Bentuk alat musik Talempong berupa lingkaran dengan memiliki diameter 15 sampai 17,5 cm. Bagian bawahnya berlubang dan bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter 5cm sebagai tempat untuk dipukul ketika talempong dimainkan. Talempong memiliki nada yang berbeda-beda yang dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.


Talempong dibuat dengan cara dipatri oleh padai besi hingga terbentuk sedemikian rupa, menyerupai gong dengan bentuk yang kecil.

Fungsi

Talempong biasanya digunakan dalam acara tarian pertunjukan atau penyambutan, seperti :
  1. Tari Piring yang khas
  2. Tari Pasambahan
  3. Tari Galombang
  4. Menyambut tamu istimewa.

Baca Juga:

Adat Istiadat Suku bugis Asal Sulawesi Selatan ( Artikel Lengkap )



Talempong ini memainkanya butuh kejelian dimulai dengan tangga nada do dan diakhiri dengan si. Talempong biasanya dibawakan dengan iringan akordeon, instrumen musik sejenis organ yang didorong dan ditarik dengan kedua tangan pemainnya. Selain akordeon, instrumen seperti saluang, gandang, sarunai dan instrumen tradisional Minang lainnya juga umum dimainkan bersama Talempong. Ada juga beberapa jenis alat musik tradisional suku minangkabau lainnya pupuik daun padi, pupuik tanduak kabau, bansi, rabab pasisia jo pariaman.

Di Malaysia, Talempong dikenali dengan nama Caklempong.




Search Populer:
  • asal usul talempong
  • fungsi talempong
  • sejarah talempong
  • cara memainkan talempong
  • talempong minang
  • mirwas
  • totobuang
  • talempong pacik

Artikel Terkait