Sunday, 20 August 2017

Tari Yapong Asal Betawi ( Artikel Lengkap )

Tari Yapong

Kemunculan tari Yapong dilatarbelakangi oleh acara Hari Ulang Tahun Kota Jakarta yang ke 450, sekitar tahun 1977. Ketika itu, Pemerintah DKI Jakarta hendak mempersiapkan sebuah pagelaran tari massal yang mengangkat cerita perjuangan Pangeran Jayakarta. Untuk memenuhi niat tersebut, Bagong Kussudiarjo kemudian ditunjuk untuk menggali informasi tentang nilai-nilai kehidupan masyarakat Betawi dan menuangkannya dalam bentuk seni tari.
Setelah melalui proses panjang, Bagong lalu berhasil menciptakan sebuah tarian yang kemudian diberi nama Yapong. Nama yapong sendiri berasal dari kata “Ya” yang sering diucapkan dalam tarian dan “Pong” yang merupakan bunyi alat musik pengiringnya. Tari Yapong pun untuk pertama kalinya berhasil dipentaskan dalam gelaran acara Ulang Tahun Kota Jakarta ke 450, tepatnya pada 20 dan 21 Juni 1977 di Balai Sidang Senayan, Jakarta Sejak saat itu, tari Yapong terus mengalami pembenahan dan perkembangan hingga saat ini.

1. Tema dan Makna Filosofi

Pada pertama kali kemunculannya, tari Yapong memang menjadi sebuah sendra tari atau gabungan seni drama yang dibungkus dalam tarian dengan lakon yang diperankan adalah kisah perjuangan Pangeran Jayakarta. Namun, pada perkembangannya, tarian ini lalu berubah menjadi tarian lepas yang tidak terikat pada suatu skenario. Fungsinya pun bergeser menjadi sekedar sarana hiburan rakyat dan sering dipentaskan dalam acara-acara kerakyatan seperti khitan, pernikahan, serta pesta rakyat.
 
 
 

2. Gerakan Tari Yapong

Tari Yapong tersusun dari beberapa ragam gerak, di antaranya gerak jalan megol lembehan kanan, enjer loncat, singgetan ngigel, dan gerak yapong.
  1. Gerak jalan megol lembehan kanan adalah posisi jalan ditempat dengan tangan kiri diletakkan di dada dengan ibu jari diletakkan di pinggul (untuk penari putra) dan menempel di dada (untuk penari putri).
  2. Enjer loncat adalah gerakan salah satu tangan dibengkokan dan tangan lain lurus, penari loncat kecil ke aras tangan yang dibengkokan. 
  3. Singgetan ngigel adalah posisi tangan berada di depan mata, lalu melakukan ngigel (berputar)
  4.  Yapong adalah gerakan tangan diletakkan di atas kepala, telapak tangan dibuka, lalu bergerak seperti menyapu angin ke kiri dan kanan.
Selain ragam gerak tersebut, tari Yapong masih tersusun dari banyak sekali ragam gerak lainnya. 

3. Iringan Tari

Tari Yapong diiringi oleh tetabuhan alat musik tradisional yang berasal dari budaya Betawi, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, seperti Rebana Hadroh, Rebana Biang, Rebana Ketimpring, dan lain sebagainya. Bunyi tetabuhan rebana menjadi yang paling dominan dalam mengiringi setiap gerak yang dipertunjukan oleh penarinya.
 

4. Setting Panggung

Tari Yapong lebih sering dipentaskan oleh para penari wanita. Kendati demikian bukan berarti para pria tidak boleh memainkannya. Setting panggung tarian ini terdiri dari 5 sd 10 penari yang berjajar secara simetris sesuai dengan jumlah penarinya.
 

5. Tata Rias dan Tata Busana

Secara umum, tata busana atau kostum yang digunakan dalam tarian Yapong bersumber pada pengembangan kostum tari kembang Topeng khas Betawi. Hal ini tampak jelas dari adanya ragam hiasan kepala dan selempang merah di dada yang biasa di sebut toka-toka. Budaya Tionghoa juga tampak di desain kostum tari Yapong ini, misalnya dengan adanya kain bermotif naga merah yang menyala seperti motif pakaian pada pertunjukan opera Tionghoa.
 

6. Properti Tari

Tari Yapong tidak menggunakan properti pendukung. Setiap gerakan yang dipertunjukan murni mengandalkan keindahan permainan tangan tanpa ada benda pendukungnya.
 
 Search Populer:
  •  tari yapong mp3
  • download video tari yapong
  • gerakan tari yapong
  • kostum tari yapong
  • download video tari yapong mp4
  • pola lantai tari yapong
  • properti tari yapong
  • jumlah penari tari yapong

Artikel Terkait