Tuesday, 12 September 2017

Mengenal Suku Lembak dan Kebudayaannya

Lembak adalah suatu kelompok etnik yang bermukim di beberapa Kecamatan di Kota madya Bengkulu, serta beberapa kabupaten di sebelah timur kota Bengkulu, yakni di Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Rejang Lebong, dan Kabupaten Bengkulu Tengah. 

Tempat tinggal mereka merupakan daerah perbatasan antara Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan, dengan pola perkampungan yang mengelompok padat.
Menurut perkiraan mereka berasal dari lembah Sungai Musi-Rawas di Palembang. Hal ini diperkuat dengan bukti-bukti adanya persamaan dalam sistem kekerabatan dan bentuk-bentuk peralatan rumah tangga yang dikembangkan oleh kedua kelompok masyarakat ini. Jumlah mereka diperkirakan sekitar 100.000 jiwa.
Bahasa orang Lembak ialah bahasa Buang, yang masih serumpun dengan bahasa Melayu. Seperti halnya suku bangsa lain di Bengkulu, antara lain orang Rejang dan Serawai, orang Lembak juga memiliki tulisan asli yang disebut Surat Ulu. Mata pencaharian pokok orang Lembak adalah bercocok tanam di sawah dan ladang.

Baca Juga:

Sejarah dan Kebudayaan Suku Dondo


Garis keturunan orang Lembak ditarik secara bilateral. Pola menetap sesudah nikahnya bermacam-macam. Selain yang mengikuti pola menetap neolokal, ada pula pasangan pengantin yang menetap di kediaman kerabat suami (karena perkawinan dengan adat bejojoh) atau di kediaman kerabat istri (karena perkawinan semendo).

Sistem kemasyarakatan Lembak pada dasarnya sama dengan yang berlaku pada orang Rejang dan Serawai. Dusun-dusun yang bergabung membentuk marga dipimpin oleh seorang pasirah. Di bawah marga terdapat kepemangkuan yang diawasi oleh mangku serta wakilnya, yaitu penggawa. Dalam menjalankan kepemimpinannya, para pemimpin adat didampingi oleh ahli-ahli di bidang keagamaan, seperti imam, khatib, dan sebagainya.

Walaupun sebagian besar masyarakat masih menganut kepercayaan animisme, orang Lembak pada masa kini adalah pemeluk agama Islam. Pengaruh agama Islam tampak dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat Lembak.

Bahasa

Suku Lembak tidak jauh berbeda dengan masyarakat Melayu pada umumnya, namun dalam beberapa hal terdapat perbedaan. Jika ditinjau dari segi bahasanya, suku Lembak dengan Melayu Bengkulu (pesisir) terdapat perbedaan dari segi pengucapan kata-katanya, Melayu Bengkulu kata-katanya banyak diakhiri dengan huruf 'o' sedangkan suku Lembak banyak menggunakan huruf 'e', selain itu ada kosakata yang berbeda.

Baca Juga:

Sejarah dan Kebudayaan Suku Iha


Budaya

Suku Lembak adalah pemeluk agama Islam sehingga budayanya banyak bernuansakan Islam, disamping itu masih ada pengaruh dari kebudayaan lainnya. Dari sisi adat-istiadat antara Melayu Bengkulu dan suku Lembak ada terdapat kesamaan dan juga perbedaan, ada hal-hal yang terdapat dalam Melayu Bengkulu tidak terdapat dalam masyarakat Lembak, dan sebaliknya. Secara garis besar, kebudayaan Melayu mendominasi kebudayaan suku Lembak.


Sumber : Ensiklopedi Suku Bangsa Di Indonesia oleh M. Junus Melalatoa

Search Populer:
  • Suku Lembak
  • Kebudayaan Suku Lembak
  • Mengenal Suku Lembak
  • sejarah Suku Lembak
  • Rumah Suku Lembak
  • Daftar Suku di indonesia
  • suku di indonesi terlengkap
  • suku di indonesia
  • suku di indonesia beserta gambarnya

Artikel Terkait