Friday, 1 September 2017

Suku Lio dari Nusa Tenggara Timur ( Artikel Lengkap )

Suku Lio atau suku Ende Lio, hidup dan bermukim di kabupaten Ende yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Suku Lio di kabupaten Ende, hidup berdampingan dengan suku Ende, yang juga merupakan penghuni wilayah kabupaten Ende. Suku Lio sering juga disebut sebagai suku Ende Lio. Hal ini kadang membuat orang salah mengartikan antara suku Lio dengan suku Ende. Kalau dilihat secara fisik, kedua suku ini tidak ada perbedaan, hanya saja wilayah pemukiman yang berbedalah yang membuat kedua suku ini memiliki identitas yang berbeda. Kedua suku ini, adalah penghuni asli di wilayah kabupaten Ende. Mereka hidup berdampingan, sehingga secara budaya dan adat istiadat yang mereka amalkan, hampir tidak ada perbedaan.
Pada umumnya suku Lio bermukim di daerah pegunungan, lokasinya berada di sekitar wilayah utara kabupaten Ende. Sedangkan suku Ende bermukim di daerah pesisir yakni sekitar bagian selatan kabupaten Ende. Pada dasarnya, bentuk kebudayaan kedua suku ini hampir sama. Yang membedakannya adalah hasil pencampuran kebudayaan atau akulturasi. Budaya suku Lio merupakan perpaduan antara budaya asli daerah Lio dengan ajaran Kristen Katholik yang di bawa oleh bangsa Belanda. Sedangkan budaya suku Ende merupakan perpaduan budaya asli daerah Ende dengan ajaran Islam yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari sulawesi yakni Makasar.
Sa'o Nggua
Suku Lio memiliki rumah adat yang dikenal dengan nama Sa'o Nggua. Sa’o dalam bahasa daerah setempat berarti rumah dan nggua berarti ritus adat, sebagai tempat pusat terselenggaranya seluruh ritual dan acara adat yang telah diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat adat setempat.



Sa'o Ria
Pada umumnya struktur bangunan serta fungsi sa’o nggua (rumah adat) suku bangsa Lio berbentuk ‘rumah panggung’ yang berfungsi sebagai pusat seluruh ritual atau acara adat.
Dalam membangun Sa'o Nggua ini harus dilakukan berbagai acara. Sebelum pemotongan kayu yang hendak digunakan sebagai bahan bangunan, terlebih dahulu dilaksanakan seremoni adat khusus. Di salah satu desa Lise Detu dan desa Lowobora, misalnya, seremoni tersebut dikenal dengan istilah rera mea dengan diiringi musik tradisional nggo-lamba (gong-gendang). Dari awal acara adat, sebelum pemotongan kayu hingga proses pengerjaannya, hanya jajaran/ perangkat adat resmi (para  tua adat/ mosalaki) yang boleh membangun sa’o nggua, sementara masyarakat adat biasa (faiwalu anakalo) tidak dilibatkan secara langsung dalam proses itu.
Selain rumah adat Sa'o Nggua, terdapat satu lagi rumah tradisional suku Lio, yaitu Sa'o Ria. Rumah tradisional Sa'o Ria ini banyak terdapat di kecamatan Wolowaru.
Rumah adat, bagi masyarakt suku Lio juga melambangkan persekutuan dan persatuan yang menghimpun seluruh masyarakat adat (faiwalu anakalo) dalam setiap ritual adat.
 
 
Search Populer:
  •  daftar nama nama suku di indonesia
  • macam-macam suku bangsa di indonesia dan penjelasannya
  • suku suku di indonesia dan asalnya
  • suku di indonesia berdasarkan provinsi
  • macam macam suku di indonesia dan penjelasannya
  • suku bangsa di indonesia beserta gambarnya
  • macam macam suku bangsa dan uraiannya
  • suku bangsa dan ciri khasnya

Artikel Terkait